Kantor Berita Radio swasta terbesar di Indonesia. KBR68H memproduksi aneka program radio berbasis jurnalisme berkualitas tinggi yang menjadi rujukan masyarakat. Saat ini, KBR68H melayani lebih dari 750 radio jaringan di Indonesia, Asia dan Australia.

Follow us on twitter @kbr68h
Add us on Facebook : Kantor berita-radio
Join our group on Facebook : KBR68H
our website : www.kbr68h.com

 

brigittahardi:

What Can I Say? Seminar Freedom of Expression in a Changing Media Environment.

brigittahardi:

What Can I Say? Seminar Freedom of Expression in a Changing Media Environment.

Pelayanan Publik Masih Buruk Meski Sudah Ada UU

UU No 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menegaskan, bahwa negara berkewajiban melayani setiap warga negara untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya, seperti pendidikan dan kesehatan. Namun setelah  lebih dari satu tahun, kehadiran UU tersebut belum banyak mendorong  terjadinya perubahan yang signifikan pada kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik. Bahkan PP yang diamandatkan UU tidak kunjung di sah kan, setelah melewati enam bulan dari batas waktu yang ditetapkan.

 

Soal buruknya pelayanan publik itulah, khususnya sepanjang tahun 2010, yang menjadi topik perbincangan Pilar Demokrasi, Senin (10/1) lalu, yang merupakan kerjasama YAPPIKA (Yayasan Penguatan Partisipasi Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia) dan KBR68H. Dengan mengundang empat narasumber, masing-masing adalah Fransisca Fitri (Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Pelayanan Publik, MP3), Lody Paat  (Koalisi Pendidikan, juga aktif di ICW), Ganjar Pranowo  (Wakil Ketua Komisi II  DPR RI), dan Kushardo (Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)

 

Menurut Fransisca, sebenarnya UU ini  cukup  untuk menjadi titik masuk memperkuat reformasi birokrasi, terlebih selain ada UU No 25, sudah ada UU No 14 Tentang Keterbukaan Informsi Publik dan  UU No 37 Tentang Ombudsman. Bila pemerintah memiliki komitmen menjalankan ketiga UU itu, kualitas pelayanan publik akan meningkat. Tapi saya miris melihat realitasnya yang buruk, misalnya pelayanan di bidang kesehatan saja, realitanya hanya setengah warga Indonesia yang sudah memiliki jaminan kesehatan,” tambah Fransisca.

 

Kemudian Lody menambahkan, pelayanan publik untuk pendidikan memang memprihatinkan, banyak laporan media massa tentang fasilitas sekolah, salah satunya soal buruknya fasilitas toilet. Kemudian persoalan kualitas guru. Harus diakui kualitas guru kita, kalau dilihat dari kualifikasinya,  masih banyak yang belum cukup kompeten untuk mengajar di SD, SMP, ataupun SMA. Saya melihat pelayanan publik sektor pendidikan, baik itu dari pihak guru maupun di tingkat birokrasi (Kemendiknas), sikap melayani memang sangat kurang,” tegas Lody.

Kushardo sendiri beralasan, bahwa pihak  Kementerian PAN sendiri masih menyiapkan aturan-aturan sebagai pelaksana UU. Seperti PP yang seharusnya sudah sebulan  lalu  ditetapkan, sekarang masih diproses  Kementerian KUMHAM untuk harmonisasi. Soal pelayanan pendidikan, menanggapi pernyataan Lody, diakui memang  masih meraba-raba apa yang mau diprioritaskan.

 

Sementara Ganjar Pranowo menceritakan pengalamannya saat berkomunikasi dengan Menpan, yang menurut Menpan sendiri, merubah budaya di lingkungan Kementrian PAN, luar biasa sulitnya, lalu bagaimana mungkin akan menularkan semangat pelayanan pada aparat birokrasi yang lain. Mungkin soal kultur ini kurang mendapatkan perhatian dari pemimpin tertinggi, bahwa yang dibutuhkan adalah kultur melayani, bukan dilayani sebagai birokrat.

OPERA TAN MALAKA DILARANG DI MALANG DAN KEDIRI

PRESS RELEASE

OPERA TAN MALAKA DILARANG DI MALANG DAN KEDIRI

Aparat keamanan Malang dan Kediri melarang penayangan opera Tan Malaka di BatuTV Malang dan KSTV Kediri. Mereka beralasan tayangan ini “berbau kiri” dan akan menimbulkan gejolak.

  

 

Sedangkan penayangan di 8 stasiun televisi lainnya berjalan lancar. Delapan TV itu adalah Duta TV Banjarmasin (5 & 7 Januari), Tarakan TV (7 Januari), Madura Channel (9 Januari), Taz TV Tasikmalaya (9 Januari), Bengkulu TV (7 Januari), Siak TV Siak (8 Januari) TVKU Semarang (8  Januari) dan KRTV Aceh (8  Januari).

Pada Selasa lalu salah seorang anggota polisi dari Polsek Batu Malang mengaku bernama Sukoco mendatangi kantor BatuTV Malang dan minta agar stasiun televisi itu tidak menayangkan Opera Tan Malaka produksi TEMPOTV. Selain itu anggota TNI bernama Sukis dari Kodim 0818/wilayah Malang Batu dan Winarto yang mengaku dari KOREM 083/Baladhika Jaya Malang juga datang dalam waktu berbeda.

 

Peristiwa yang mirip dialami KSTV Kediri. Rencananya KSTV Kediri  menayangkan  opera Tan Malaka pada Minggu tanggal 9 dan 16 Januari 2010. Namun pada hari Jumat dan Sabtu,  intel yang mengaku dari kepolisian setempat dan intel dari Kodim dan Korem mendatangi stasiun televisi tersebut dan meminta untuk tidak menayangkan opera Tan Malaka.

 
Tayangan Opera Tan Malaka merupakan hasil rekaman pagelaran opera Tan Malaka di Teater Salihara Jakarta Oktober 2010. Tayangan ini diproduksi  TEMPOTV atas persetujuan pihak Salihara.

 

TEMPOTV menawarkan kepada 45 TV anggota jaringannya untuk menyiarkan tayangan ini. Semula  10 TV lokal berniat menayangkan, tapi dua di antaranya(BatuTV Malang dan KSTV Kediri) batal karena tekanan aparat.

 

Menanggapi masalah ini, Santoso, Direktur Utama TEMPOTV mengatakan pihak aparat keamanan Malang dan Kediri tidak paham tontonan ini. “Sebagian parat keamanan masih berpikiran kolot, alergi  dengan segala hal yang berbau kiri. Mereka masih berpikiran seperti jaman orde baru”, kata Santoso.

TEMPOTV adalah content provider berbasis jurnalisme. sejak 2 tahun lalu, Kini program-program TEMPOTV disiarkan oleh 45 TV lokal. Program TEMPOTV antara lain: SAGA (investigasi tentang fakta dan peristiawa yang menyangkut kepentingan publik), Talkshow Revenue Watch Üang Kita” (perbincangan tentang pengawasan terhadap pendapatan pemerintah dari sektor publik) dan inspiring story “Mutiara Indonesia”.

 

Jadwal tayang Opera Tan Malaka di TV lokal selanjutnya:

 

1. TVKU (Semarang) Sabtu 15 Januari  pukul 20:00-21:00

2. KRTV (Aceh Sabtu 15 Januari  pukul 20:00-21:00

3. Tarakan TV (Tarakan) Jumat 14 Januari  pukul 20:30-21:30

4. Madura Channel (Madura) Minggu 16 Januari pukul 20:00-21:00

5. Taz TV (Tasikmalaya) Minggu 16 Januari pukul 19:00-20:00

6. Bengkulu TV (Bengkulu) Jumat 14 Januari  pukul 19:00-20:00

7. Siak TV (Siak) Sabtu 15 Januari pukul 17:00-18:00




Kontak person: Eri Sutrisno/081319078774


TEMPOTV Jl. Utan Kayu 68H Jakarta Tlp 021 8573388

KBR68H Juara 3 Lomba Karya Jurnalistik Jasa Raharja

Dede Riani

Selamat untuk Dede Riani, yang telah membuka lembar kemenangan untuk KBR68H di tahun 2011.

Akhir pekan lalu, Dede baru saja memenangkan juara ketiga Lomba Karya Jurnalistik & Fotografi Jasa Raharja, untuk kategori feature radio. Karya yang dikirimkan Dede berjudul “Masinisku Malang” yang disiarkan KBR68H dalam program SAGA pada 26 Oktober 2010 lalu.

Dede dan Abdul Khanip, salah satu masinis PT KAI

SAGA ini mengawali cerita dengan kisah dari beberapa masinis, yang bercerita tentang pekerjaan mereka sehari-hari. Apa saja pendidikan yang harus mereka lakukan sebelum jadi masinis, juga soal beratnya pekerjaan ini, meski gaji yang menyertainya teramat kecil. Lewat SAGA ini Dede ingin menyampaikan empatinya kepada masinis yang seringkali jadi kambing hitam atas setiap kecelakaan kereta api yang terjadi di negeri ini. “Main asal tunjuk saja, seolah-olah hanya masinis yang salah,” kata Dede ketika berdiskusi soal tema ini sebelum liputan.

Sebelumnya Dede Riani juga menyabet juara 3 ajang Indonesian Radio Awards yang diselenggarakan oleh PPMN (Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara) dengan karya ‘Wisata Kumuh Jakarta’

SAGA ‘Masinisku Malang’ karya Dede Riani akan diputar ulang di SAGA KBR68H dalam program Sarapan Pagi, pada Jumat 14 Januari 2011 pukul 07.45 WIB. Di Jakarta, simak di Green Radio 89.2 FM.

Disksusi Publik “Kualitas SDM Media dan Pemberitaan Konflik” Kerjasama KBR68H dan SERASI.

Kontak Promosi di 021 8513386 untuk keterangan lebih lanjut.

Disksusi Publik “Kualitas SDM Media dan Pemberitaan Konflik” Kerjasama KBR68H dan SERASI.

Kontak Promosi di 021 8513386 untuk keterangan lebih lanjut.

Ormas Radikal Mencederai Demokrasi dan Pluralisme Beragama

Di sepanjang  tahun 2010,  kita  melihat banyak peristiwa tindak kekerasan oleh ormas radikal terhadap penganut agama lain. Tragisnya, pihak kepolisian seolah membiarkan saja tindak kekerasan mereka, seperti saat mereka  merusak, menyerang dan menyegel tempat ibadah kaum minoritas.  Inikah ironi demokrasi di Indonesia, yang justru menjadi ruang dan kesempatan bagi ormas radikal untuk menodai pluralisme agama. Pembiaran pihak kepolisian bisa disebut  juga sebagai pasifnya negara atas masalah tersebut.

Tema inilah yang menjadi topik bahasan  Pilar Demokrasi, Senin (27/12) lalu, yang diselenggarakan KBR68H. Dengan mengundang dua orang narasumber, yaitu Bonar Tigor Naipospos  (Wakil Ketua SETARA Institute), dan Nasaruddin Umar (Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI).


Baca lebih lanjut soal ini di www.kbr68h.com

Pakistan Siaga Penuh

KBR68H - Pakistan dalam keadaan siaga penuh selama acara pemakaman gubernur propinsi Punjab, Salman Taseer, di Lahore. Ribuan orang berkumpul di Lahore untuk menghadiri pemakaman Taseer yang merupakan politisi liberal yang paling berani berbicara. Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani menyatakan tiga hari berkabung nasional dan meminta warga untuk tetap tenang. Salman Taseer ditembak oleh salah satu pengawalnya yang marah karena pandangannya menentang Undang-Undang Penghinaan agama Paksitan. Salah satu pengawal Taseer, Maluk Mumtaz Hussein Qadri, ditahan setelah penembakan yang berlangsung di Pasar Kohsar, Islamabad (berbagai sumber)

62 DAS di Indonesia Rawan Banjir

Jakarta, KBR68H - Kementerian Pekerjaan Umum mencatat ada 62 Daerah Aliran Sungai DAS di Indonesia yang rawan banjir.

Sekretaris Dirjen Pengelolaan Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum Sugiyanto mengatakan sebagian besar DAS yang rawan banjir itu ada di pulau Jawa. Ia mengatakan kementriannya mendapat alokasi dana 12 triliun rupiah untuk memperbaiki fungsi sungai. Akan ada dua macam penanganan, yakni perbaikan di dalam palung maupun luar palung. Perbaikan di dalam palung dilakukan dengan normalisasi sungai dan pengaturan terhadap penduduk yang tinggal di bantaran kali. Sedangkan perbaikan luar palung, dilakukan bersama Kementerian Kehutanan dengan melakukan konservasi di daerah hulu.

"Kalau di-offstream-nya kita terus yah, terus kita lakukan ada satu kegiatan yang terkoordinasi dengan instansi lain, yaitu GNKPA Gerakan Nasional Kemintraan Penyelamatan Air . itu sudah berjalan sejak 2005 iya penanaman pohon misanya. itu baru kita rasakan 10-15tahun kita tak boleh berhenti nanti kalah dengan pperusakan dan pertumbuhan penduduk yang makin kompleks."

Ribuan rumah di Solo, Jawa Tengah, Selasa lalu terendam banjir. Ketinggian air mencapai 2 meter. Daerah yang terendam meliputi Kecamatan Pasar Kliwon, Jebres dan Serengan. Penyebab banjir adalah meluapkan Sungai Bengawan Solo dan anak sungai, seperti Kali Pepe dan Kali Jenes. Ketinggian air terparah berada di wilayah Kecamatan Jebres. Tidak hanya wilayah di daerah aliran sungai Bengawan Solo yang rawan banjir. Sejumlah Daerah Aliran Sungai di Sumatera Utara juga rawan. Otoritas BMKG Medan Sumatera Utara menyebutkan wilayah Pemda Sumatera Utara perlu waspada banjir ekstrem karena tingginya curah hujan.

Bibit Cabai Tahan Cuaca Ekstrim Belum Ditemukan

KBR68H, Jakarta - Para peneliti saat ini belum menemukan varietas bibit tanaman cabai yang tahan cuaca ekstrim.

Karena itu, untuk mencegah melonjaknya harga jual cabai akibat cuaca ekstrim, masyarakat dianjurkan menanam sendiri cabai dalam kantong plastik atau pot. Selama ini, Pemerintah menyalahkan cuaca ekstrim sebagai penyebab kegagalan panen dan berujung pada melonjaknya harga cabai. 

Guru Besar Hortikultura Institut Pertanian Bogor IPB Roedhy Poerwanto mengatakan menanam cabai dalam pot mudah dan dapat dilakukan siapa saja. Tidak membutuhkan lahan yang luas dan dapat di panen satu bulan setelah ditanam. Satu pohon cabai dapat di panen sampai sepuluh kali.

“Itu bisa dipanen sampai sepuluh kali kira-kira. Tapi setiap minggu itu mesti dipupuk itu, di kocor namanya, pake pupuk NPK mutiara. Dan seminggu seklai dikocor dengan seperempat literlah pertanaman”.

Guru besar Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Profesor Roedhy Poerwanto mengingatkan, hama tanaman cabai banyak menyerang saat musim hujan. Untuk mencegahnya, tanaman cabai dapat ditaruh dalam ruangan. Menurut Roedhy, satu pohon dapat menghasilkan cabai antara 600 gram hingga 1 kg.